Maryam Basaeed: Keunggulan dalam studi program perhotelan

Maryam Basaeed: Keunggulan dalam studi program perhotelan

NamaMaryam

PosisiMahasiswa

ProgramMaster of Arts in International Hospitality Business Management

Tahun2024

NegaraUni Emirat Arab

Mahasiswi Program Perhotelan, Maryam Basaeed

Belajar di salah satu dari 10 program perhotelan terbaik di dunia merupakan suatu kehormatan, apalagi di salah satu dari tiga perguruan tinggi teratas seperti Swiss Hotel Management School SHMS). Persaingan untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi perhotelan dan pariwisata terbaik sangat ketat, dan kurikulumnya sangat padat sementara ekspektasi terhadap prestasi sangat tinggi. Meskipun semua mahasiswa dapat bersinar di SHMS, ada sejumlah mahasiswa terpilih yang kehadirannya di kampus tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para dosen, tetapi juga suatu kesenangan tersendiri.

Maryam Basaeed adalah salah satu mahasiswa yang perjalanan akademisnya di SHMS sungguh luar biasa dan menginspirasi. Berasal dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ia memulai perjalanan akademisnya di SHMS pada tahun 2022 dengan mendaftar di program Diploma Pascasarjana (PGD) di Leysin melanjutkan ke program Magister Seni. Ambisi Maryam bukan sekadar meraih gelar diploma, melainkan untuk menjadi teladan sebagai mahasiswa Emirat pertama di SHMS. Sejak awal, sudah terlihat bahwa Maryam memiliki ‘kualitas bintang’ yang mendefinisikan keunggulan dalam berbagai aspek. Saat ini, ia sedang sibuk menjalani magang terakhirnya di Clinic La Prairie, salah satu destinasi kesehatan dan kebugaran paling eksklusif di dunia, di mana ia dengan terampil menangani empat departemen berbeda—kesehatan holistik, pemasaran, hubungan tamu, dan sumber daya manusia. Meskipun jadwalnya padat, Maryam menyempatkan diri untuk berbagi wawasannya tentang pengalamannya di SHMS dan strategi yang membantunya menonjol di industri perhotelan dan pariwisata.

Percakapan kami dimulai dengan keputusan Maryam untuk melanjutkan studi Magister Seni di bidang perhotelan di Caux SHMS Caux . Bagi Maryam, keputusan untuk melanjutkan pendidikannya didorong oleh misi mendalam untuk memberdayakan dan menginspirasi kaum muda Emirat agar terjun ke bidang perhotelan dan pariwisata, karena meskipun Dubai terkenal dalam industri ini, masih terlihat kurangnya keterlibatan warga Emirat dalam peran-peran penting. Maryam bercita-cita untuk mengubah hal ini dengan menjadi salah satu wanita terkemuka yang paling berpengaruh di bidang perhotelan dan pariwisata. “Saya ingin menjadi manajer umum termuda di bidang perhotelan di Dubai,” katanya. “Gelar Master of Arts akan memberikan begitu banyak wawasan tentang semua departemen dan fungsi yang perlu saya pahami sebagai manajer umum.” Ambisinya melampaui kesuksesan pribadi. Ia bertujuan untuk menjadi teladan bagi orang lain dan membuka jalan bagi generasi baru warga Emirat untuk mengejar impian mereka di bidang-bidang ini.

Perjalanan Maryam di bidang perhotelan terbentuk oleh latar belakang kompetisi dan ketatnya dunia akademis. Sejak usia tujuh tahun, ia telah mengikuti kompetisi berkuda melawan pesaing internasional, yang menumbuhkan kecintaannya untuk bertemu dengan berbagai macam orang dan mengenal budaya yang berbeda. Dinamisme inilah yang ia cari dalam kariernya, sehingga membawanya memilih jalur perhotelan. Didukung oleh pelatih berkuda dan seluruh anggota keluarganya, ia memulai karier di bidang perhotelan pada usia 18 tahun bersama Emaar, salah satu perusahaan perhotelan ternama di Dubai. Meskipun merupakan salah satu karyawan wanita lokal termuda, dedikasi dan komitmen Maryam membuatnya naik pangkat menjadi salah satu supervisor wanita lokal termuda.

Pindah ke Swiss untuk melanjutkan pendidikan tinggi merupakan langkah besar baginya. Awalnya, ia merasa sangat cemas memikirkan apa yang menantinya: seperti apa para guru di sana, dan apakah ia mampu menghadapi tantangan tersebut? Namun, Maryam berhasil mengatasi ketakutannya dan datang ke Swiss, yang menjadi awal dari perjalanan akademisnya yang sangat sukses. Ketika ditanya tentang pengalamannya saat tiba, ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diterimanya, sambil menekankan, “Yang benar-benar saya sukai dari SHMS adalah mereka sangat membantu saya. Mereka benar-benar mendukung saya.” Dukungan ini berlaku baik selama studi PGD-nya maupun studi Master of Arts-nya saat ini. “Dukungan yang tak tergoyahkan ini telah berlangsung sepanjang perjalanan akademik di SHMS, mulai dari studi awal saya hingga pekerjaan intensif saya saat ini dalam menyusun disertasi.” Ia juga menekankan peran penting yang dimainkan oleh Dekan SHMS Dr. Dominic Szambowski, Wakil Dekan Claire Jollain, dan para dosen, dengan menyoroti bahwa bahkan setelah meninggalkan sekolah, jalur komunikasi tetap terbuka. Dukungan berkelanjutan semacam ini sangat penting bagi perempuan muda Timur Tengah seperti dirinya, yang memperkuat pentingnya bimbingan dan arahan dalam perjalanan pendidikan dan karier semacam ini.

Mahasiswa dan dosen sekolah perhotelan
Maryam Basaeed bersama Dekan Dominic Szambowski, PhD. (kiri) dan Dosen Fiona Eade (kanan).

Hubungan dengan para dosen dan staf pengajar SHMS melampaui apa yang dipelajari di dalam kelas. Bagi Maryam, hubungan antarmanusia berarti mengelilingi dirinya dengan mentor-mentor yang baik yang dapat membuka peluang baru. Ia sangat menghargai hubungan yang terjalin dengan para guru dan dekan SHMS yang memainkan peran penting dalam kesuksesannya. Di antara mereka adalah Ibu Fiona Eade, kepala departemen bahasa, yang terus-menerus mendukung Maryam dan percaya padanya. Dedikasi Fiona membantu Maryam dengan cepat menguasai bahasa Prancis dasar, keterampilan vital untuk magangnya di Grand Hotel du Lac, hotel bintang lima bergengsi di Vevey, Swiss, yang terkenal karena keunggulan dan konsistensinya. Fiona memuji Maryam dan menggambarkannya sebagai “seorang profesional perhotelan yang luar biasa yang menonjol di antara mahasiswa SHMS lainnya berkat tingkat layanan dan keterampilan komunikasi yang luar biasa.” Selama magangnya, Maryam menjalin ikatan erat dengan manajer operasional hotel di Grand Hotel du Lac. Ia berkata, “Misi saya adalah membawa dinamika baru ke dalam organisasi dan meningkatkan layanan ke tingkat keunggulan yang lebih tinggi, dan saya menganggap Maryam sebagai aset kunci di antara karyawan kami.” Ia menjelaskan bagaimana kemahirannya dalam bahasa Arab menjadi aset berharga selama magangnya, dan bahwa kemampuan berbahasa yang beragam semakin menonjolkan kemampuan adaptasinya serta keunggulannya bagi sektor perhotelan di Swiss. Selain itu, Maryam menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Konsul UEA, Yang Mulia Jassem Alabdouli, yang bahkan menghadiri wisuda PGD-nya, serta kepada Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, yang ia ucapkan terima kasih atas dukungan berkelanjutan mereka.

Semangat dan dedikasi Maryam telah menjadikannya siswa yang menonjol di SHMS. Sebagai Duta Kelas dalam Badan Perwakilan Mahasiswa, ia mewakili kelompok siswa yang beragam, dengan keyakinan akan nilai dari berbagai perspektif dalam industri perhotelan. Yang benar-benar membedakan Maryam adalah dedikasinya yang tulus dalam melayani orang lain. Filosofinya untuk selalu berusaha lebih keras dan semangatnya dalam berinteraksi dengan orang lain tercermin dalam pendekatannya terhadap pekerjaan. Ia secara aktif mencari peluang untuk berkontribusi pada berbagai aspek operasional, meskipun hal tersebut tidak termasuk dalam tanggung jawab langsungnya. Kesediaannya untuk membantu di berbagai departemen dan pandangannya yang holistik terhadap operasional adalah kualitas yang sangat dihargai oleh rekan-rekannya. Ia berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi, menunjukkan bahwa dengan tekad dan dedikasi, segala sesuatu mungkin tercapai. Kesuksesannya sebagai salah satu siswa Emirat termuda di bidang perhotelan menantang anggapan yang sudah ada sebelumnya mengenai kemampuan bahasa dan menekankan pentingnya keragaman dalam tenaga kerja. Komitmen Maryam untuk mematahkan stereotip patut dipuji, dan dedikasinya terhadap orang lain tercermin dalam pekerjaannya.

Saat Maryam menyelesaikan program magister di bidang perhotelan dan bersiap untuk menaklukkan dunia demi mencapai tujuannya, tak diragukan lagi bahwa SHMS akan terus mendampinginya dan memberikan dukungan penuh. Tekad dan dedikasinya mengingatkan kita bahwa segala sesuatu bisa dicapai. Saran Maryam bagi calon mahasiswa perhotelan adalah untuk memanfaatkan sepenuhnya pengalaman belajar dan lingkungan yang mendukung di SHMS. Perjalanannya merupakan bukti nyata akan kekuatan transformatif pendidikan, bimbingan, dan semangat yang tak tergoyahkan.

kenali kami

Ngobrol dengan duta mahasiswa